Informasi Harga Bata Ringan Surabaya, Sidoarjo dan Gresik Tahun 2025 Bata ringan adalah salah satu bahan bangunan yang semakin populer di Indonesia karena berbagai keunggulannya, seperti ringan, mudah dipasang, tahan gempa, dan hemat energi. Namun, sebelum membeli bata ringan, penting untuk mengetahui harga dan kualitasnya. Artikel ini akan memberikan panduan…
Artha Mulia Pamenang merupakan distributor resmi yang menjual material bangunan seperti bata ringan surabaya, panel lantai, semen mortar, baja ringan, baja ringan, panel sandwich, papan ekaboard dan beberapa material bangunan lainnya dengan harga yang ekonomis, pelayanan yang memuaskan dan tentunya dengan pengiriman yang relatif cepat. Jual bata ringan surabaya. Material…
Bata ringan merupakan material bangunan yang sudah mulai umum digunakan pada era sekarang, namun ada beberapa masalah yang timbul dikala namanya melambung, seperti harga bata ringan. Harga di tahun lalu, tepatnya 2017 masih tergolong normal dan terjangkau. Namun, lain halnya di tahun 2018 tepatnya bulan Agustus. Harga bata ringan naik…
Harga bata ringan di Surabaya semakin murah dengan semakin banyaknya kehadiran merk-merk baru bata ringan type AAC di Surabaya. Bata ringan merk CITICON yang beberapa waktu lalu masih berkisar rp. 700.000-rp. 725.000/kubik untuk wilayah Surabaya dan sekitarnya, saat ini telah turun menjadi Rp. 585.000/kubik franco Surabaya dan sekitarnya dengan minimal…
Bata ringan adalah batu bata yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya.
Bata ringan dikenal ada 2 (dua) jenis: Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Keduanya didasarkan pada gagasan yang sama yaitu menambahkan gelembung udara ke dalam mortar akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis. Perbedaan AAC dengan CLC dari segi proses pengeringan yaitu Bata ringan AAC mengalami pengeringan dalam oven autoklaf bertekanan tinggi sedangkan jenis CLC yang mengalami proses pengeringan alami. CLC sering disebut juga sebagai Non-Autoclaved Aerated Concrete (NAAC).
Sejarah Bata Ringan
Bata ringan AAC ini pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. AAC ini kemudian dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel di Jerman pada tahun 1943. Di Indonesia sendiri Bata ringan mulai dikenal sejak tahun 1995, saat didirikannya Pabrikasi Bata ringan AAC di Karawang, Jawa Barat.
Bata Ringan AAC
Bata ringan AAC adalah beton selular dimana gelembung udara yang ada disebabkan oleh reaksi kimia, adonan AAC umumnya terdiri dari pasir kwarsa, semen, kapur, sedikit gypsum, air, dan alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi).
Setelah adonan tercampur sempurna, nantinya akan mengembang selama 7-8 jam. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan tadi, selain berfungsi sebagai pengembang ia berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton. Volume aluminium pasta ini berkisar 5-8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan.
Adonan beton aerasi ini atau Bata ringan lantas dipotong sesuai ukuran. Adonan beton aerasi yang masih mentah ini, kemudian dimasukkan ke autoclave chamber atau diberi uap panas dan diberi tekanan tinggi. Suhu di dalam autoclave chamber sekitar 183 derajat celsius. Hal ini dilakukan sebagai proses pengeringan atau pematangan.
Saat pencampuran pasir kwarsa, semen, kapur, gypsum, air, dan alumunium pasta, terjadi reaksi kimia. Bubuk alumunium bereaksi dengan kalsium hidroksida yang ada di dalam pasir kwarsa dan air sehingga membentuk hidrogen. Gas hidrogen ini membentuk gelembung-gelembung udara di dalam campuran beton tadi. Gelembung-gelembung udara ini menjadikan volumenya menjadi dua kali lebih besar dari volume semula. Di akhir proses pengembangan atau pembusaan, hidrogen akan terlepas ke atmosfir dan langsung digantikan oleh udara. Rongga-rongga udara yang terbentuk ini yang membuat beton ini menjadi ringan.
Bata Ringan CLC
Bata ringan CLC adalah beton selular yang mengalami proses curing secara alami, CLC adalah beton konvensional yang mana agregat kasar (kerikil) diganti dengan gelembung udara, dalam prosesnya mengunakan busa organik yang sangat stabil dan tidak ada reaksi kimia ketika proses pencampuran adonan, foam/busa berfungsi hanya sebagai media untuk membungkus udara.
Pabrikasi dan peralatan yang digunakan untuk menghasilkan Bata ringan CLC juga standard, sehingga produksi dengan mudah dapat pula diintegrasikan ke dalam pabrikasi beton konvensional. Hanya pasir, semen, air dan foam yang digunakan dan kepadatan yand didapatkan dapat disesuaikan mulai dari 350 kg/m³ sampai 1.800 kg/m³ dan kekuatan dapat juga dicapai dari serendah 1,5 sampai lebih 30 N/mm².
Pada Bata ringan CLC Gelembung udara di dalam beton benar-benar terpisah satu sama lain, sehingga penyerapan air jauh lebih sedikit dan baja tidak perlu dilapisi dengan lapisan anti korosi, beton dengan kepadatan diatas 1.200 kg/m3 juga tidak memerlukan pla-ster, seperti pada AAC, hanya cukup di cat saja. Penyerapan air lebih rendah daripada di AAC dan masih cukup baik dibandingkan dengan beton konvensional.
Bata ringan CLC sama halnya dengan beton konvensional kekuatan akan bertambah seiring dengan waktu melalui kelembapan alamiah pada tekanan atmosfir saja. Meskipun tidak seringan AAC dan CLC tetap menawarkan penurunan berat badan yang cukup besar dibandingkan dengan beton konvensional dan isolasi termal 500% lebih tinggi dan tahan api.
Karena sangat praktis maka beton CLC menawarkan banyak ruang lingkup pengaplikasian, mulai dari isolasi atap rumah pada kepadatan serendah 350 kg/m³ sampai dengan produksi panel dan lantai beton dengan kepadatan 1800 kg/m³.
Anda juga dapat melihat beberapa produk unggulan yang kami distribusikan, seperti :